Jumat, 11 Juni 2010

MEMBANGUN ETIKA SEDINI MUNGKIN

Pengertian Etika

Dalam tradisi filsafat istilah "etika" lazim difahami sebagai suatu teori ilmu pengetahuan yang mendiskusikan mengenai apa yang baik dan apa yang buruk berkenaan dengan perilaku manusia. Dengan kata lain, etika merupakan usaha dengan akal budinya untuk menyusun teori mengenai penyelenggaraan hidup yang baik. Persolan etika muncul ketika moralitas seseorang atau suatu masyarakat mulai ditinjau kembali secara kritis. Moralitas berkenaan dengan tingkah laku yang konkrit, sedangkan etika bekerja dalam level teori. Nilai-nilai etis yang difahami, diyakini, dan berusaha diwujudkan dalam kehidupan nyata kadangkala disebut ethos.

Sebagai cabang pemikiran filsafat, etika bisa dibedakan manjadi dua: obyektivisme dan subyektivisme. Yang pertama berpandangan bahwa nilai kebaikan suatu tindakan bersifat obyektif, terletak pada substansi tindakan itu sendiri. Faham ini melahirkan apa yang disebut faham rasionalisme dalam etika. Suatu tindakan disebut baik, kata faham ini, bukan karena kita senang melakukannya, atau karena sejalan dengan kehendak masyarakat, melainkan semata keputusan rasionalisme universal yang mendesak kita untuk berbuat begitu. Tokoh utama pendukung aliran ini ialah Immanuel Kant, sedangkan dalam Islam --pada batas tertentu-- ialah aliran Muitazilah.

Aliran kedua ialah subyektifisme, berpandangan bahwa suatu tindakan disebut baik manakala sejalan dengan kehendak atau pertimbangan subyek tertentu. Subyek disini bisa saja berupa subyektifisme kolektif, yaitu masyarakat, atau bisa saja subyek Tuhan. Faham subyektifisme etika ini terbagi kedalam beberapa aliran, sejak dari etika hedonismenya Thomas Hobbes sampai ke faham tradisionalismenya Asy'ariyah. Menurut faham Asy'ariyah, nilai kebaikan suatu tindakan bukannya terletak pada obyektivitas nilainya, melainkan pada ketaatannya pada kehendak Tuhan. Asy'ariyah berpandangan bahwa menusia itu bagaikan 'anak kecil' yang harus senantiasa dibimbing oleh wahyu karena tanpa wahyu manusia tidak mampu memahami mana yang baik dan mana yang buruk.

Anak-anak adalah titipan Tuhan. Sebagai orang tua Anda bertugas bagaimana mendidik anak tersebut hingga menjadi orang yang baik dan berguna. Sifat yang ditunjukkan oleh anak adalah cerminan dari bagaimana orang tuanya mendidiknya.

Jika anak nakal, maka mungkin orang akan menyangka bahwa orang tuanya tak becus mendidiknya. Begitupula jika anak itu tumbuh sopan dan cerdas, orang tua bisa dibikin bangga olehnya. Sebagai orang tua, sebaiknya menerapkan etika dasar dalam pergaulan sejak dini. Sehingga diharapkan etika ini akan menjadi kebiasaan dan dibawa dalam pergaulan hingga dewasa nantinya. Apa saja etika yang harus dini diajarkan?

Langkah-langkah yang bisa diterapkan:

Ø Membiasakan Gosok Gigi sebelum dan sesudah makan
Susah-susah gampang menerapkan kebiasaan ini kepada anak, yang orang dewasa saja kadang mengabaikan aktivitas ini. Membiasakan anak gosok gigi demi menjaga kesehatan pada si anak tersebut terutama kesehatan gigi yang sedang tumbuh-tumbuhnya. Gosok gigi setelah bangun pagi (terutama sehabis makan) juga membuat anak lebih pede dalam pergaulan. Anak tak perlu malu lagi akibat bau mulut yang kurang sedap

Ø Makan dan Minum sambil duduk
Orang tua dulu sering bilang, ?kalau makan jangan sambil berdiri, karena kayak binatang?, itulah alasan yang cukup logis kenapa makan dan minum mestinya dilakukan dengan duduk. Tapi anehnya, kadang kala kita sebagai orang dewasa juga sering melakukannya bukan? Makan dan minum sambil duduk ini adalah salah satu bagian dari norma etika kesopanan. Jangan lupa juga mengajarkan anak untuk berdoa saat sebelum dan sesudah makan.

Ø Matikan televisi, semangat membaca
Televisi memang salah satu media hiburan bagi anak. Bukan berarti kita melarang anak untuk menonton televisi, tapi kita membatasi anak dalam menonton televisi. Alternatif lainnya adalah dengan membiasakan anak untuk membaca. Selain menambah pengetahuan pada anak, membaca juga diharapkan akan dibawanya hingga mereka dewasa.

Ø Pamit salaman sebelum bepergian
Pamit dan mencium tangan orang tua sebelum berangkat ke sekolah adalah hal yang sudah wajar dilakukan. Kita menerapkan hal ini juga berdasar dari apa yang orang tua kita ajarkan sewaktu kita masih kecil dulu. Anda sudah pasti bisa merasakan dampak positif dari kebiasaan ini.

Ø Hormat pada orang yang lebih tua
Kebiasaan ini sebenarnya lebih mengajarkan sikap yang baik bagaimana anak bergaul di lingkungan sosial. Perilaku menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda bisa menjadi awalan yang baik untuk menumbuhkan norma etika kesopanan pada anak.

Ø Memisahkan tidur antara anak dan orang tua
Pada dasarnya maksud dari kebiasaan ini adalah melatih keberanian dan kemandirian anak. Pada usia tertentu anak masih minta ditemani saat tidur, sewaktu tengah malam mereka terbangun, sang anak menangis dan meminta kehadiran kita disisinya. Dari sini akan rawan timbul sifat manja, tidak mandiri dan kebergantungan anak kepada orang tua. Terapkan kebiasaan ini kepada anak sejak dini, jangan lupa tanamkan hal-hal positif mengenai hal ini, setidaknya anak tak perlu takut untuk tidur sendiri.

Senin, 24 Mei 2010

Minggu, 18 April 2010

Perubahan proses bisnis/sosial melunturkan etika tradisional

Contoh perubahan proses bisnis/sosial akibat teknologi yang melunturkan nilai etika tradisional

1. Penjualan online (e-commerce)

Teknologi:

· Internet

· Sms

· Sms banking

Model kerja:

Awal tahun 1999 hingga akhir 2000 dunia bisnis mengalami demam dotcom dimana dengan maraknya internet pada saat itu, para pebisnis melakukan revolusioner terhadap bisnisnya yaitu dengan menggunakan internet sebagai medianya. Sejak saat itu internet digunakan sebagai layanan untuk perdagangan. Salah satu situs yang gunakan yaitu kaskus.com. melalui e-commerce maka penjual dan pembeli tidak usah repot untuk melakukan transaksi jual beli.

Nilai etika tradisional yang hilang:

a. Rasa tanggung jawab

Rasa tanggung jawab dari para pengguna akan menjadi luntur karena dengan menggunakan e- commerce ini, pembeli dan penjual tidak bertemu secara langsung, akan tetapi bertemu didunia maya, jadi pembeli hanya perlu membuat account dan log in kedalam layanan e-commerce, maka ia dapat langsung memesan barang yang ia mau. Rasa tanggung jawab disini bisa hilang karena, pembeli bisa saja hanya iseng-iseng saja dalam melakukann transaksi dan ketika di konfirmasi oleh penyedia layanan, malah pembeli tidak mau menanggapi hal tersebut, sehingga bisa disimpulkan bahwa rasa tanggung jawab dari pembeli tersebut lama-kelamaan akan hilang/luntur.

b. Aktivitas

Dengan adanya e-commerce ini maka aktivitas pelanggan akan berkurang . hal ini disebabkan dengan semakin mudahnya memesan suatu barang, maka para pelanggan hanya tinggal enak duduk-duduk di depan komputer, lalu tinggal bermain dengan mouse computer maka barang yang diinginkanpun datang. Dengan berkurang aktivitas ini bisa berdampak buruk bagi para pelangan terutama dibidang kesehatan, dengan berkurangnya aktivitas maka akan menyebabkan seluruh otot tubuh tidak bergerak sehingga akan menimbun lemak, kolestrol, asam lambung, dll. Tentunya dengan kejadian tersebut maka penyakit pun tidak bisa dihindari misalnya : obesitas, maag, kencing manis, kencing batu, dll.

c. Nilai sosial

Dengan adanya e- commerce ini maka nilai sosial dari si pelanggan akan berkurang, karena sama halnya dengan pengurangan aktivitas diatas, maka kegiatan-kegiatan sosialpun nantinya akan semakin tidak dijalani oleh para pelanggan. Mengapa ?,
karena para pelanggan hanya butuh komputer untuk mendapatkan apa yang mereka mau, jadi mereka akan berpikir buat apa bersosialisasi, karena tanpa adanya sosial tersebut pun semua barang yang di inginkan bisa datang tepat waktu, cepat kerumah. Selain itu, Kepekaan terhadap lingkungan sekitar menjadi kurang biasanya terjadi apabila kita terlalu sering berada di dunia maya, sehingga kita tidak bisa tau apa yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Banyak orang yang enggan keluar dari rumah karena sudah merasa cukup mendapatkan informasi melalui internet. Kebanyakan orang tersebut memang mendapatkan informasi yang dia inginkan, tapi apakah semua informasi ada di internet?bagaimana apabila tetangga atau orang di sekitarnya mengalami masalah keuangan?apakah akan di “umbar” di internet?bagaimana kalau orang itu tidak mempunyai akses internet?. Bisa saja karena hal-hal tersebut kita menjadi jarang keluar rumah. Hal ini tentu saja berpengaruh pada rasa persaudaraan dan rasa kepedulian kita terhadap sesama menjadi hilang.

d. Tidak adanya tawar menawar

Jaman dahulu orang melakukan proses transaksi jual beli di pasar, disini terdapat seni/tradisi jual beli yaitu saling tawar menawar yang sampai sekarang masih berlangsung di pasar konvensional. Karena kemajuan teknologi, orang-orang mulai mencari barang-barang yang dibutuhkannya melalui Internet mereka melakukan proses jual-beli di internet, setelah mendapat gambar dari jenis barang yang diperlukan, memesannya kemudian melakukan pembayaran melalui transfer rekening. Transaksi yang seperti ini sudah menghilangkan tradisi jual beli yang sangat klasik yang lazim dilakukan pada jaman dahulu yaitu salah satu etika tradisional, tawar menawar.

e. Kehilangan rasa saling mengenal dan silaturahmi

Dengan adanya e- commerce kita sudah kehilangan seni/tradisi tawar menawar, karena e- commerce tersebut tidak ada barang yang bisa di tawar apalagi dengan adanya paypal, kita jadi kehilangan etika saling silaturahmi, karena dengan adanya paypal, kita jadi tidak bisa bertemu langsung dengan si penjual, kita hanya melihat gambar barang yang kita perlukan kemudian memesannya. yang otomatis kita tidak bisa bertemu dengan pembelinya, hal ini membuat hilangnya kesempatan bersilaturahmi antara penjual dan pembeli .
Mungkin seperti itulah beberapa pelunturan nilai etika tradisional yang terjadi akibat adanya e- commerce ini. Akan tetapi jika memang tidak berpasrah sepenuhnya pada layanan ini, maka hal tersebut diatas tidak akan terjadi.

2. Situs jejaring sosial

Teknologi:

· Internet

Model kerja:

Situs jejaring sosial merupakan sarana untuk mencari teman dan berkomunikasi didalamnya. Kalau dilihat dari sejarahnya, Situs jejaring sosial telah menemukan puncaknya di pertangahan 2000an terrakhir ini. dimulai dari friendster yang menggurita sejak tahun 2004 dan mencapai puncaknya di tahun 2007. Tahun 2008 dan 2009 adalah masa emas dari situs jajaring sosial Facebook.com yang telah mendapatkan member sebanyak 350 juta di seluruh dunia.

Saat ini makin banyak situs jejaring bertebaran di dunia. Berbagai cara dilakukan untuk menggaet sebanyak-banyaknya anggota/member. Mulai dari games-games dan aplikasi lainnya yang akibatnya orang-orang betah berlama-lama di depan computer.

Nilai etika tradisional yang hilang:

a. Silaturahmi

Fenomena yang terjadi akhir-akhir ini yaitu makin banyaknya orang yang senang dan ketagihan terhadap situs jejaring sosial. Contohnya update status atau mengirim comment di facebook merupakan aktivitas keseharian yang tak boleh terlewatkan. Hal tersebut menyebabkan kurangnya silaturahmi terhadap sesama. Mereka lebih sering berkomunikasi melalui media jejaring sosial.

b. Kurangnya kepekaan terhadap lingkungan sekitar

Keberadaan situs jejaring sosial menyebabkan orang lebih sering berada di dunia maya sehingga menyebabkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar menjadi berkurang. Banyak orang enggan keluar dari rumah karena beranggapan sudah merasa cukup mendapatkan informasi melalui internet.

c. Hilangnya kode etik

· Cara bicara terhadap orang yang lebih tua

· Banyaknya kasus pornografi di jejaring sosial

· Banyak terjadi kasus kejahatan dan penipuan melalui situs jejaring sosial.

Makelar Kasus (MARKUS)

Bicara tentang markus, pasti langsung tertuju ke gayus. Bagaimana tidak, media-media lagi gencar memberitakan tentang dirinya. Seorang Pegawai negeri Sipil (PNS) yang "masih" golongan III A bisa memiliki memiliki kekayaan yang begitu “WAH..dahsyat bung”. gayus memilki saldo rekening 25 miliar, rumah mewah senilai miliaran rupiah, mobil mewah seperti Toyota Alphard, Fortuner, Honda Jazz dan Ford Everest dimiliki dan dipakai secara bergantian. Sang istripun kerap menggunakan Mercedez Benz jika berkantor di gedung DPRD DKI Jakarta. Darimanakah harta tersebut?? Berdasarkan informasi dari Irjen Kementerian Keuangan Hekinus Manao, gaji PNS Ditjen Pajak setingkat Gayus Tambunan totalnya mencapai Rp 12,1 juta per bulan. "Gaji dan berbagai tunjangan Rp 2,4 juta. Remunerasi Rp 8,2 juta, dan imbalan prestasi kerja rata-rata Rp 1,5 juta. Dugaan sementara gayus melakukan penggelapan pajak atau menjadi makelar kasus.

Terjadi perubahan signifikan terhadap kehidupan gayus. Kalau dilihat dari rumah masa kecilnya di Kelurahan Papanggo, Kecamatan Priok, Jakarta Utara. Di rumah orang tuanya itu, Gayus menghabiskan masa kecilnya. Rumah itu kini tak terurus, pintu tripleksnya mengelupas. Atapnya mengelopek. Rumah itu tak berpenghuni lagi karena penghuninya telah pindah, orangtuanya pindah ke depok. Sedangkan gayus pindah ke kompleks real estate mewah Gading Park view di Jl Boulevard Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Harga rumah paling murah di kompleks elite itu di kisaran Rp 1,5 miliar.

Gayus memperoleh kekayaan dengan cara seperti yang saat ini disangkakan dan telah diakuinya kepada Satgas anti mafia hukum, yaitu sebagai "markus" (makelar kasus) spesialis pajak.

“Modus yang saya lakukan itu biasa. Dan masih banyak orang-orang yang lainnya disini (kantor Pajak, red)," kata Gayus Tambunan seperti ditirukan anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa. http://berita.liputan6.com/producer/201003/269907/Gayus.dan.Kolusi.Pajak).

Dari pernyataan gayus dapat disimpulkan tentang praktek korupsi marak terjadi di aparat perpajakan dan sudah biasa (tradisi kali..red). Banyak pengusaha yang tidak membayar pajak sebagaimana mestinya. Mereka cenderung main belakang, yaitu menyuap petugas pajak (bias disebut mkelar kasus) agar lepas dari pajak. Hmm.. bagaimana dengan instansti pemerintahan yang lain? Misalnya kepolisian, kejaksaaan, dan kehakiman.

Pajak adalah kewajiban seorang penduduk kepada negara dimana dia tinggal. Pajak adalah pungutan yang dapat dipaksakan untuk membiayai administrasi negara dan kemakmuran rakyatnya. Pajak digunakan untuk kepentingan umum, misalnya pembangunan jalan dan fasilitas umum.

Di Indonesia, Kurang adanya kesadaran tentang pentingnya membayar pajak, padahal apabila semua warga membayar pajak dengan jujur maka pembangunan Negara ini akan maju.

Setelah melihat membaca dan mendengar seputar tentang kasus gayus, maka ada sedikit saran:
1..Perlu adanya penegakan hukum yang tegas terhadap oknum pelaku korupsi, karena sampai saat ini hukum di Indonesia masih belum diterapkan secara jujur, yakni hukum plih kasih, dimana apabila ada uang maka kasus bisa dipermudah dan hukumannya dapat ringan.
2.
Update kekayaan pejabat dan petugas secara rutin dan pengusutan keasliaannya, sehingga ketika ada kejanggalan kekayaan dapat segera diketahui dan disidangkan.

3
. Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pajak. Dimulai dengan pendidikan sejak dini di sekolah, dan upaya lain.