Contoh perubahan proses bisnis/sosial akibat teknologi yang melunturkan nilai etika tradisional
1. Penjualan online (e-commerce)
Teknologi:
· Internet
· Sms
· Sms banking
Model kerja:
Awal tahun 1999 hingga akhir 2000 dunia bisnis mengalami demam dotcom dimana dengan maraknya internet pada saat itu, para pebisnis melakukan revolusioner terhadap bisnisnya yaitu dengan menggunakan internet sebagai medianya. Sejak saat itu internet digunakan sebagai layanan untuk perdagangan. Salah satu situs yang gunakan yaitu kaskus.com. melalui e-commerce maka penjual dan pembeli tidak usah repot untuk melakukan transaksi jual beli.
Nilai etika tradisional yang hilang:
a. Rasa tanggung jawab
Rasa tanggung jawab dari para pengguna akan menjadi luntur karena dengan menggunakan e- commerce ini, pembeli dan penjual tidak bertemu secara langsung, akan tetapi bertemu didunia maya, jadi pembeli hanya perlu membuat account dan log in kedalam layanan e-commerce, maka ia dapat langsung memesan barang yang ia mau. Rasa tanggung jawab disini bisa hilang karena, pembeli bisa saja hanya iseng-iseng saja dalam melakukann transaksi dan ketika di konfirmasi oleh penyedia layanan, malah pembeli tidak mau menanggapi hal tersebut, sehingga bisa disimpulkan bahwa rasa tanggung jawab dari pembeli tersebut lama-kelamaan akan hilang/luntur.
b. Aktivitas
Dengan adanya e-commerce ini maka aktivitas pelanggan akan berkurang . hal ini disebabkan dengan semakin mudahnya memesan suatu barang, maka para pelanggan hanya tinggal enak duduk-duduk di depan komputer, lalu tinggal bermain dengan mouse computer maka barang yang diinginkanpun datang. Dengan berkurang aktivitas ini bisa berdampak buruk bagi para pelangan terutama dibidang kesehatan, dengan berkurangnya aktivitas maka akan menyebabkan seluruh otot tubuh tidak bergerak sehingga akan menimbun lemak, kolestrol, asam lambung, dll. Tentunya dengan kejadian tersebut maka penyakit pun tidak bisa dihindari misalnya : obesitas, maag, kencing manis, kencing batu, dll.
c. Nilai sosial
Dengan adanya e- commerce ini maka nilai sosial dari si pelanggan akan berkurang, karena sama halnya dengan pengurangan aktivitas diatas, maka kegiatan-kegiatan sosialpun nantinya akan semakin tidak dijalani oleh para pelanggan. Mengapa ?,
karena para pelanggan hanya butuh komputer untuk mendapatkan apa yang mereka mau, jadi mereka akan berpikir buat apa bersosialisasi, karena tanpa adanya sosial tersebut pun semua barang yang di inginkan bisa datang tepat waktu, cepat kerumah. Selain itu, Kepekaan terhadap lingkungan sekitar menjadi kurang biasanya terjadi apabila kita terlalu sering berada di dunia maya, sehingga kita tidak bisa tau apa yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Banyak orang yang enggan keluar dari rumah karena sudah merasa cukup mendapatkan informasi melalui internet. Kebanyakan orang tersebut memang mendapatkan informasi yang dia inginkan, tapi apakah semua informasi ada di internet?bagaimana apabila tetangga atau orang di sekitarnya mengalami masalah keuangan?apakah akan di “umbar” di internet?bagaimana kalau orang itu tidak mempunyai akses internet?. Bisa saja karena hal-hal tersebut kita menjadi jarang keluar rumah. Hal ini tentu saja berpengaruh pada rasa persaudaraan dan rasa kepedulian kita terhadap sesama menjadi hilang.
d. Tidak adanya tawar menawar
Jaman dahulu orang melakukan proses transaksi jual beli di pasar, disini terdapat seni/tradisi jual beli yaitu saling tawar menawar yang sampai sekarang masih berlangsung di pasar konvensional. Karena kemajuan teknologi, orang-orang mulai mencari barang-barang yang dibutuhkannya melalui Internet mereka melakukan proses jual-beli di internet, setelah mendapat gambar dari jenis barang yang diperlukan, memesannya kemudian melakukan pembayaran melalui transfer rekening. Transaksi yang seperti ini sudah menghilangkan tradisi jual beli yang sangat klasik yang lazim dilakukan pada jaman dahulu yaitu salah satu etika tradisional, tawar menawar.
e. Kehilangan rasa saling mengenal dan silaturahmi
Dengan adanya e- commerce kita sudah kehilangan seni/tradisi tawar menawar, karena e- commerce tersebut tidak ada barang yang bisa di tawar apalagi dengan adanya paypal, kita jadi kehilangan etika saling silaturahmi, karena dengan adanya paypal, kita jadi tidak bisa bertemu langsung dengan si penjual, kita hanya melihat gambar barang yang kita perlukan kemudian memesannya. yang otomatis kita tidak bisa bertemu dengan pembelinya, hal ini membuat hilangnya kesempatan bersilaturahmi antara penjual dan pembeli .
Mungkin seperti itulah beberapa pelunturan nilai etika tradisional yang terjadi akibat adanya e- commerce ini. Akan tetapi jika memang tidak berpasrah sepenuhnya pada layanan ini, maka hal tersebut diatas tidak akan terjadi.
2. Situs jejaring sosial
Teknologi:
· Internet
Model kerja:
Situs jejaring sosial merupakan sarana untuk mencari teman dan berkomunikasi didalamnya. Kalau dilihat dari sejarahnya, Situs jejaring sosial telah menemukan puncaknya di pertangahan 2000an terrakhir ini. dimulai dari friendster yang menggurita sejak tahun 2004 dan mencapai puncaknya di tahun 2007. Tahun 2008 dan 2009 adalah masa emas dari situs jajaring sosial Facebook.com yang telah mendapatkan member sebanyak 350 juta di seluruh dunia.
Saat ini makin banyak situs jejaring bertebaran di dunia. Berbagai cara dilakukan untuk menggaet sebanyak-banyaknya anggota/member. Mulai dari games-games dan aplikasi lainnya yang akibatnya orang-orang betah berlama-lama di depan computer.
Nilai etika tradisional yang hilang:
a. Silaturahmi
Fenomena yang terjadi akhir-akhir ini yaitu makin banyaknya orang yang senang dan ketagihan terhadap situs jejaring sosial. Contohnya update status atau mengirim comment di facebook merupakan aktivitas keseharian yang tak boleh terlewatkan. Hal tersebut menyebabkan kurangnya silaturahmi terhadap sesama. Mereka lebih sering berkomunikasi melalui media jejaring sosial.
b. Kurangnya kepekaan terhadap lingkungan sekitar
Keberadaan situs jejaring sosial menyebabkan orang lebih sering berada di dunia maya sehingga menyebabkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar menjadi berkurang. Banyak orang enggan keluar dari rumah karena beranggapan sudah merasa cukup mendapatkan informasi melalui internet.
c. Hilangnya kode etik
· Cara bicara terhadap orang yang lebih tua
· Banyaknya kasus pornografi di jejaring sosial
· Banyak terjadi kasus kejahatan dan penipuan melalui situs jejaring sosial.